Tangisan Anak Kecil dalam Diriku
DI BALIK AIR YANG TENANG
Nur Fakhri
"Ketenangan itu hanya ilusi. Di balik air yang tenang, siapa sangka ada buaya yang mengintai di kedalaman?"
- Eknath Aminata
Ketenangan yang Palsu
Kota Pekanbaru, Agustus 2024
Masa kecilku adalah sebuah kisah yang indah, atau ... setidaknya itulah yang selalu kupercayai. Rumah kecil kami di pusat Kota Pekanbaru terasa hangat dan nyaman. Bermain pistol air bersama adikku setiap kali Ayah mencuci motor, tidak pernah terasa membosankan ... Dan Bunda, selalu tersenyum saat melihat kami bermain dengan riang, senyum yang mampu mengusir segala rasa takut. Setiap sore, aku bermain di kompleks rumah bersama teman-temanku, berlarian dan tertawa bersama tanpa memikirkan beban, seolah dunia ini hanya milik kami.
Namun, siapa sangka bahwa semua itu hanyalah permukaan yang menipu? Seperti air yang tenang, tak ada yang bisa menduga bahwa di balik ketenangan itu, ada sesuatu yang berbahaya yang menunggu saatnya untuk muncul. Kehidupan bahagia yang kujalani perlahan mulai retak, seperti kaca yang pecah sedikit demi sedikit.
Inilah kisahku, Eknath, seorang manusia yang masih berusaha untuk berdamai dengan luka masa lalunya. Kuabadikan luka yang kurasakan ini dalam sebuah kata-kata, karena sudah tak mampu lagi kusuarakan semua perih yang kurasa.
Komentar
Posting Komentar